Wednesday, July 23, 2014

Penyakit Kanker di Indonesia

Penyakit kanker masih merupakan momok bagi kesehatan manusia modern. Angka kematian global akibat kanker dilaporkan meningkat menjadi 8,2 juta kasus pada 2012 atau naik sebesar 8 persen dari empat tahun sebelumnya.  Dari jumlah tersebut, kanker payudara menjadi penyebab utama kematian kanker di negara-negara berkembang.

WHO sebagai Organisasi Kesehatan Dunia memaparkan, jumlah penderita kanker di dunia pada 2012 diiperkirakan 14,1 juta orang, atau meningkat dibandingkan data 2008 yang berjumlah 12,7 juta. 

Kanker payudara adalah kanker yang palingbbanyak menyerang wanita. “Sampai tahun lalu, ada sekitar 1,7 juta perempuan yang didiagnosis menderita kanker payudara. Sebanyak 522 ribu di antaranya meninggal dunia karena penyakit tersebut,” kata David Forman, peneliti yang fokus menghimpun data kanker global, seperti dilansir BBC, Kamis (12/12). 

WHO belum lama ini juga memberikan perkiraan yang paling up to date untuk 28 jenis kanker yang berbeda di 184 negara. Menurut mereka, kanker yang paling sering didiagnosis di seluruh dunia, baik pada pria maupun wanita, adalah kanker paru-paru, payudara, dan kolorektal. 

“Dari semua jenis kanker yang ditemukan, yang paling kerap menyebabkan kematian adalah kanker paru, hati, dan kanker perut.”

Sedangkan di Indonesia sendiri , jumlah penderita kanker di Indonesia sangat tinggi. Hal ini terlihat dari berbagai data kanker yang dipublikasikan baik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga kanker.
Bahkan menurut WHO pada tahun 2030 akan terjadi lonjakan penderita kanker di Indonesia sampai tujuh kali lipat. Jumlah penderita kanker yang meninggal juga kian memprihatinkan.
Untuk penderita kanker serviks, jumlahnya juga sangat tinggi. Setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Itu membuat kanker serviks disebut sebagai penyakit pembunuh wanita no 1 di Indonesia.
Label itu tidak berlebihan karena tiap hari di Indonesia dari 40 wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks, 20 wanita di antaranya meninggal karena kanker serviks.
Tingginya kasus kanker serviks di Indonesia membuat WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia.
Sementara kanker payudara, merupakan penyakit dengan kasus terbanyak kedua setelah kanker serviks. Penderita kanker payudara di Indonesia pada tahun 2004 (sebagaimana dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008) sebanyak 5.207 kasus.
Setahun kemudian pada 2005, jumlah penderita kanker payudara meningkat menjadi 7.850 kasus. Tahun 2006, penderita kanker payudara meningkat menjadi 8.328 kasus dan pada tahun 2007 sebanyak 8.277 kasus.
Yang perlu diketahui data penderita kanker payudara tersebut merupakan pasien yang keluar rawat inap dengan diagnosis kanker. Jadi penderita kanker payudara sebenarnya sangat mungkin jauh lebih besar lagi.
Kanker hati juga menjadi jenis kanker dengan penderita yang banyak. Penderita kanker hati umumnya laki-laki. Penyakit kanker hati ini merupakan jenis penyakit kanker dengan jumlah penderita nomor lima terbanyak di dunia dan menjadi penyebab kematian nomor tiga.
Besarnya jumlah penderita kanker di suatu negara biasanya berhubungan dengan jumlah penderita hepatitis. Sebab penderita hepatitis umumnya berpotensi mengarah pada kanker hati. Sementara pada anak, leukemia merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang. Leukemia atau kanker darah menduduki peringkat tertinggi kasus kanker pada anak karena masih lemahnya penanganan kanker pada anak.
Tidak heran untuk kasus penderita kanker darah pada anak yang ditemukan, umumnya sudah memasuki stadium lanjut. Terlambatnya penanganan terhadap penderita kanker darah bisa berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian. Umumnya penderita kanker darah ditemukan pada anak berusia di bawah 15 tahun.
Untuk daerah dengan penderita kanker terbanyak di Indonesia adalah di Yogyakarta. Di daeerah tersebut, tingkat prevalensi tumor mencapai 9,6 per 1000 orang. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari nilai rata-rata prevalensi nasional yang sebesar 4,3 per 1.000 orang.
Sementara jika dibandingkan dengan penyakit-penyakit non-kanker yang mengakibatkan kematian, kanker menempati posisi ketujuh. Data menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 tersebut menempatkan stroke, TBC, hipertensi, cedera, perinatal dan DM di atas jumlah kematian akibat kanker.



No comments:

Post a Comment